Dewan Sepakati Pinjaman Daerah, APBD Perubahan 2020 Banten Bakal Direvisi oleh - sewaambulancebogor.xyz topglobal98 Thursday, August 6, 2020 No Comment

Halo sahabat selamat datang di website sewaambulancebogor.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Dewan Sepakati Pinjaman Daerah, APBD Perubahan 2020 Banten Bakal Direvisi oleh - sewaambulancebogor.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM â€" Pembahasan Raperda APBD Perubahan tahun 2020 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kembali deadlock karena Pemprov Banten melakukan pinjaman daerah sebesar Rp4,121 triliun ke pemerintah pusat melalui BUMN PT SMI.

Pembahasan itu deadlock dan diundur dalam waktu yang belum bisa dipastikan, dikarenakan DPRD bersama Pemprov Banten masih menunggu proses revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 56 tahun 2018 tentang pinjaman daerah, dimana dalam PP tersebut mengharuskan Pemprov untuk melakukan persetujuan DPRD sebelum melakukan pinjaman daerah.

Selain itu, pinjaman daerah ini juga harus dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) pada APBD perubahan yang sebelumnya sudah disahkan bersama, sehingga untuk memasukkannya kembali KUA PPAS tersebut harus dilakukan revisi untuk kemudian disahkan kembali dengan tambahan postur anggaran dari pinjaman daerah yang dimaksud.

Wakil ketua DPRD Banten, Barhum HS mengatakan pembahasan Raperda APBD-P 2020 ini ditunda karena menunggu proses pinjaman daerah yang sedang dilakukan Pemprov Banten yang nantinya akan dimasukkan ke dalam postur anggaran perubahan yang diperuntukkan kepada empat sektor pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan serta pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA: Pinjaman Rp4,121 Triliun Pemprov Banten Dinilai Cacat Prosedur

“Ini dalam rangka Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) yang didorong melalui peningkatan perekonomian daerah. Dengan pinjaman ini saya optimis peningkatan ekonomi Banten bisa melampaui 1,5 persen yang ditargetkan sebelumnya oleh Pemprov Banten,” ujarnya.

Meskipun sebelumnya anggota Banggar mempermasalahkan pinjaman ini karena tidak melibatkan DPRD, namun menurut Barhum, setelah perdebatan yang cukup alot akhirnya menyepakati pinjaman daerah tersebut.

Wakil Ketua DPRD Banten dari  Fraksi PKS, Budi Prajogo usai memimpin rapat mengaku pembahasan pinjaman modal kepada PT SMI oleh Banggar dan TAPD tidak dilanjutkan, dan akan dibahas  kembali sampai ada kejelasan peraturan perundang-undangan.

“Kami tunggu pinjaman daerah ini sampai jelas dasar hukumnya. Sampai jelas dokumen-dokumenya, baru nanti kami lanjutkan lagi pembahasan Perubahan APBD Banten,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya tak mengharapkan adanya khayalan seperti apa proses pinjaman daerah yang akan dikucurkan kepada Pemprov Banten dengab nilai hampir 35 persen dari APBD tersebut. “Kami tidak mau berandai-andai, sampai gubernur jelas, ada landasan hukumnya. Karena kalau mengacu pada PP 56 tahun 2018 yang harus mendapatkan persetujuan DPRD itu prosesnya panjang, ada pansus untuk persetujuan pinjaman. Jadi kami tunggu resminya,” ujarnya.

Adapun mengenai perubahan APBD 2020 yang sempat ada perubahan saat ekspose oleh Sekda Banten, Al Muktabar pada 30 Juli lalu, Budi menegaskan hal tersebut sudah tidak ada perdebatan kembali.

“Yang disampaikan gubernur dalam nota pengantar KUA PPAS (postur anggaran) yang kami pakai,” imbuh Budi.

Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi  Demokrat, Nawa Said Dimyati  mengungkapkan, pembahasan anggaran mengenai pinjaman daerah Rp4,121 triliun dari PT SMI masih belum final. Pasalnya penjelasan yang diperoleh dari Al Muktabar akan ada perubahan atau revisi PP 56 tahun 2018, yang memungkinkan utang pemerintah daerah tidak harus melalui proses pembahasan dan persetujuan dengan lembaga legislatif.

“Kemungkinan yang digunakan bukan PP 56, tapi ada aturan baru. Apakah memang ada aturan baru atau tidak kami juga belum tahu,” jelasnya.

Namun dikatakan dia, jika pinjaman daerah itu dapat digunakan pada APBD Perubahan tahun 2020 ini, maka dari total anggaran Rp4,121 triliun, hanya sebagian kecil  saja digunakan. “Mungkin, kalau aturannya benar, yang akan digunakan di perubahan (APBD 2020) sekitar Rp800 sampai Rp900 miliar, sisanya di 2021,” katanya.

BACA JUGA: Pemprov Banten Berencana Ajukan Pinjaman ke Pemerintah Pusat

Sekda Banten yang juga Ketua TAPD  usai rapat dengan Banggar DPRD mengaku pinjaman daerah yang sudah disepakati dengan PT SMI, tidak melanggar peraturan. Diungkapkan dia, pinjaman tersebut bermula saat pidato kenegaraan Presiden Jokowi di Istana Negara Bogor beberapa waktu lalu.

“Awalnya pidato Presiden di Istana Bogor yang dihadiri gubernur se-Indonesia tentang adanya ruang pembiayaan atas Covid-19 ini, skemanya tentang pemulihan ekonomi,” ungkap Al Muktabar yang merupakan pejabat  hasil lelang jabatan ini.

Diturturkannya, pidato Presiden tersebut direspon oleh pemprov dengan menyampaikan surat resmi agar mendapatkan pinjaman tersebut. “Proses MoU itu adalah dalam rangka kami mendapatkan penilaian. Kemenkeu (Kementerian Keuangan) yang memverifikasi dan menilai bersama partnership, persero (PT SMI) yang ditunjuk Kemenkeu,” ujarnya.

Al Muktabar juga menegaskan proses dan tahapan yang  telah ditempuh telah melibatkan DPRD.

“Saya melihat tidak ada yang panas. Semua memikirkan sesuai perundangan. Kami sepakat tidak melanggar peraturan perundangan. Itu basisnya. Sehingga dengan demikian, pemenuhan suatu keharusan. Kami sertakan dewan (DPRD), seperti sekarang ini dilibatkan,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Itulah tadi informasi mengenai Dewan Sepakati Pinjaman Daerah, APBD Perubahan 2020 Banten Bakal Direvisi oleh - sewaambulancebogor.xyz dan sekianlah artikel dari kami sewaambulancebogor.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

by Jillur Rahman

Jillur Rahman is a Web designers. He enjoys to make blogger templates. He always try to make modern and 3D looking Templates. You can by his templates from Themeforest.

Follow him @ Twitter | Facebook | Google Plus

Tags:

No Comment